Showing posts with label random. Show all posts
Showing posts with label random. Show all posts

Apr 24, 2015

-nonsense-



There is something that roars in my mind every time, every second I breathe, every step I take, every chance I waste, every hope I leave, every life I fight for. We are demanding equal right and justice. But what’s the point of being threatened in justice if there are so many people who misuse its power in the name of justice?
As long as I live in this orphic-God-blessing universe, I have passed so many experiences and of course I do realize (till right now) that there are so many descriptions about ‘right thing’ and ‘wrong thing’.  Can you explain what is wrong and what is right? Which one will you pick? Will you try to read and understand your heart first? Which one will you pick, then? Are you going to assist justice?
We often forget that justice is not about ourselves, justice is about others’ right. All we can do is only doing right thing, the real right thing, because there are so many people who keep doing wrong thing but claiming that it is right for the sake of him/herself. For the sake of being accepted in their out-of-home-life. Which one will you pick, then? Doing right things and being threatened like a shadow or doing ‘right’ things for the sake of your life?
Whatever, I prefer to be a shadow. The shadow of myself. The shadow which will remind me about life and its obstacles. The shadow which will never let me down and never let me be a shadow, indeed. Whatever forever, I am tired of every foolish thing in this world. God, Allah swt., let me gain my equanimity, let me be brave.
Okay, I don't care. Writing nonsense sometimes makes me alive.

Mar 29, 2013

Iya, ini. Iyaaa.

Sedang selo, blogwalking nih obatnya.
Tiba-tiba aja, secara tiba tiba nemuin ini, di blog milik Bella Adilah. 

"Jangan pernah mengabaikan perasaan orang lain, karena suatu saat kamu akan merasakan sakitnya diabaikan. Tapi, jgn berdusta hanya karena kamu tak ingin dia terluka. Karena ketika dia temukan kebenaran, dia akan lebih menderita."

Kalau dipikir-pikir, ini bener. Iya. Seburuk buruknya kenyataan lebih baik jika itu tidak ditutup-tutupi, karena akan lebih buruk jika kenyataan diketahui diakhir. Sangat buruk, bahkan.


Salam,
Rana yang belum mandi =)

Mar 26, 2013

Who Knows

"Kelak, kalau kau jatuh cinta pada seorang laki-laki, kau harus mengumpulkan beratus-ratus pertanyaan yang harus kau simpan. Jangan pernah ada orang lain tahu bahwa kau sedang menguji dirimu apakah kau memiliki cinta yang sesungguhnya atau sebaliknya. Bila kau bisa menjawab beratus-ratus pertanyaan itu, kau melewati tahap berikutnya. Apa untungnya laki-laki itu untukmu? Kau harus berani menjawabnya. Kau harus yakin dengan kesimpulan-kesimpulan yang kamu munculkan sendiri. Setelah itu, endapkan! Biarkan jawaban-jawaban dan pertanyaanmu itu menguasai otakmu. Jangan pernah menikah hanya karena kebutuhan atau dipaksa sistem. Menikahlah dengan laki-laki yang mampu memberimu ketenangan, cinta, dan kasih. Yakinkan dirimu bahwa kau memang membutuh kan laki-laki itu dalam hidupmu. Kalau kau tak yakin, jangan coba-coba mengambil resiko." 
Ida Ayu Sagra Pidada - Tarian Bumi, Oka Rusmini

Memori dan Harmoni

“Kita selalu bisa kembali ke masa lalu. Kenangan itu, betapapun pahitnya, selalu bisa dikenang dan ditempatkan kembali di ruang yang tepat di hati kita. Dan, biarlah memori beristirahat disana. Biarlah kita kunjungi suatu saat.”  - 9 Summers, 10 Autumns.

Dec 30, 2012

Cerita Gadis dari Sang Bintang



" Hidup itu minimal haruslah belajar pada bintang. Seluruh kemampuan dan nyawanya digunakan untuk menghasilkan dan menjaga nyala terangnya. Cahaya terang itu bukan untuk menunjukkan dan menyombongkan eksistensinya, tetapi cahaya itu digunakan untuk menyinari semua yang ada di dekatnya. Meski situasi yang dia hadapi adalah gelap, dingin, dan sesak di luar sana, tetap bertahan. Bila sendiri, cahaya yang dihasilkan terlihat amat kontras dan jelas untuk menunjukkan ketegaran hati dan ciri khas uniknya. Bila bersama-sama, ia tak arogan, tetapi mampu menyatu dan memperlihatkan sesuatu yang bahkan lebih indah dari sebuah nyala bintang tunggal, yaitu rasi bintang dan galaksi jauh, ia adalah sebuah hal indah yang menarik hati tiap insan yang menatap, menjadi lambang impian, cita-cita, dan tujuan. Ketika dekat, semua kehidupan yang ada di planet sekitarnya menggantungkan diri padanya dan memanggilnya dengan sebuah nama yang amat terhormat: Matahari. Jadi, berusahalah untuk tak kalah dengan makhluk yang disebut bintang. Karena, kita adalah makhluk Tuhan yang paling sempurna."
dari catatan seorang bintang


Regards,
Rana xoxo

Dec 21, 2012

Seseorang Gadis Muda dengan Bintangnya

      Gadis itu suka sekali pada bintang. Em, sebenarnya ia begitu takut pada gelap dan ketinggian. Bahkan berada ditempat yang tinggi dan menengok ke atas akan membuat lehernya sakit dan lelah. Tapi suatu hari gadis itu bertanya pada seseorang dibawah rintikan hujan.
      Gadis: Apa yang kamu sukai di dunia?
      Seseorang: Hmm, apa ya? Mungkin bintang.
      Si gadis tersenyum. Ia berbicara pada dirinya dan pada seseorang didalam hati: Pantas saja kamu suka bintang. Aku baru menyadari dirimu sesungguhnya seperti bintang.
      Gadis ini, entah sejak kapan, sangat suka pada orang yang menyukai bintang.
      Mari kita panggil orang itu sebagai Bintang.
Bintang. Begitu menawan, tapi juga menyimpan banyak rahasia. Begitu indah hingga menggoda gadis itu untuk mengamatinya dan menunggu kehadirannya disetiap malam. Sayang sekali, gadis itu begitu bodoh sehingga ia mengikuti godaan tersebut begitu saja. Ia menunggu bintang bahkan disaat hujan. Hingga ia semakin menyukai hujan. Ia seharusnya menyadari bahwa bintang akan tertutup langit abu-abu. Tapi ia selalu menebak langit abu-abu.
      Mungkin ia tidak punya waktu untuk berpikir terlebih dahulu. Tanpa disadari ia benar-benar tergila-gila pada bintang. Bahkan ia merindukan rintikan hujan. Tanpa disadari ia menjemput mautnya sendiri. Tanpa disadari ia tertelan dalam godaan yang begitu cantik.
      Hingga ia tercekik. Napasnya mulai habis. Ia baru berada di termopause, antara lapisan terakhir atmosfir dan gugusan galaksi. Ia sempat bingung lanjut menangkap bintang atau kembali ke bumi dan cukup menikmatinya melalui teleskop.
      Ia memutuskan kembali ke bumi, tapi, hujan dan langit abu-abu menahannya, menggodanya. Ia tak mampu lagi menikmati bintang dibawah rintikan hujan.
      Pandangannya mulai terbuka.
      Akhirnya ia semakin mengenal semesta.
      Semakin ke atas, ia semakin tahu jika langit diatas sana tidaklah seindah langit yang dilihatnya dari bawah. Bahkan harus menghadapi apolo nimbus.

Regards,
Rana Xoxoxo
:D

*dimalam sunyi penuh malaikat*

Jul 7, 2012

Rana.

 Rana may refer to:
In education:
In entertainment and sports:
In places:
In science:
In sociology:
  • Rana (clan), a family (clan) among Rajputs/Khatris in South Asia
  • Rana (title), a variation on Raja, a South Asian (Hindi and other languages) princely title of royalty (Abdi dalem)
  • Rana dynasty, an influential family in Nepal since the 19th century
  • The medieval principality of Rana of the Rani (Slavic tribe) based on the isle of Rügen
  • In all Slavic languages, rana means wound or injury

Arabian
Rana : رَنَا : Sesuatu yang indah dan enak dipandang.

Feb 23, 2012

Jangan Lari Angin Lalu



Hai, sudah lama rasanya aku tidak bercerita ria, menyatu dengan blog ini.
Sudah usang rasanya sejak aku masih belum sesibuk saat ini, yup nosatalgia masa-masa yang sudah berlalu, menyenangkan rasanya. Hingga melarutkan aku kedalam detik detik masa kini. Tidak salah kan jika aku ingin berlari, sebentar saja. Hanya ingin mengenang yang sudah-sudah, hanya ingin berkencan dengan blog ini.
Outwitted. Mengalahkan.
Hidup tidak selalu tentang mengalahkan -> mendengar kabar baik -> bersenang-senang.
Kadang kala berita kekalahan itu amat sakit didengar, ataupun hal-hal yang tidak diharapkan, rasanya hanya penyesalan yang bangkit.
Sayupan angin sang malam, menyadarkanku dari lamunan angin lalu.
Aku ingat sekali saat aku menerima kabar buruk itu, sudah setengah tahun lebih. Namun kini aku menyadari, selalu ada alasan dibalik terjadinya sesuatu. Mungkin kabar buruk itu bukanlah hal terbaik yang ingin kita dengar, tetapi itu adalah sesuatu yang terbaik utuk kita yang telah direncanakan Tuhan.



Tak ada gunanya menyesali apa yang telah terjadi. Tak ada gunanya memanggil angin lalu. Keadaan sudah berbeda. Masa lalulah yang membangun diri kita, seiring dengan berjalannya waktu. Ya waktu dapat mengubah segalanya. Mengubah kedewasaan kita, jalan pikiran kita, bahkan hal-hal spesifik disekeliling kita. Mungkin menjadi lebih baik atau malah lebih buruk, semuanya tergantung diri kita. Ingat, jalan ada dibawah kaki kita, bagaimana kita menapaki itu tergantung diri kita.

Kadang kala, ingin sekali rasanya memanggil angin lalu itu. Lalu mengulangnya dari awal, agar bisa memperbaiki situasi. Tetapi kemuadian, aku terbangun, tersadar dan menyesali apa yang telah terjadi. Menyakitkan, memang. Rasanya ingin memutar waktu. Tapi apa daya? Angin lalu tetaplah angin lalu.
Angin lalu selalu menjadi pelajaran, selalu menjadi nilai nilai kehidupan yang bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih dari kemarin.
Kini yang harus kita lakukan adalah bangkit. Lari menjauh dari angin lalu. Lari, tapi tidak melarikan diri. Lari dengan membawa bekal, ilmu, amalan, pelajaran dari angin lalu agar kita bisa menciptakan angin yang jauh lebih baik dari angin lalu.
Larilah angin lalu. Pergi yang jauh. Kumpulkan angin-angil lalu lain yang bisa membimbingku. Dampingilah aku untuk mengukir angin-angin masa depan yang jauh lebih sejuk.


Bersyukur dimanapun kita berada, dan kapanpun itu. Hidup itu indah :) CHEERS

Regards,
RANA :D
xoxoxo