Showing posts with label making decision. Show all posts
Showing posts with label making decision. Show all posts

Dec 21, 2012

Seseorang Gadis Muda dengan Bintangnya

      Gadis itu suka sekali pada bintang. Em, sebenarnya ia begitu takut pada gelap dan ketinggian. Bahkan berada ditempat yang tinggi dan menengok ke atas akan membuat lehernya sakit dan lelah. Tapi suatu hari gadis itu bertanya pada seseorang dibawah rintikan hujan.
      Gadis: Apa yang kamu sukai di dunia?
      Seseorang: Hmm, apa ya? Mungkin bintang.
      Si gadis tersenyum. Ia berbicara pada dirinya dan pada seseorang didalam hati: Pantas saja kamu suka bintang. Aku baru menyadari dirimu sesungguhnya seperti bintang.
      Gadis ini, entah sejak kapan, sangat suka pada orang yang menyukai bintang.
      Mari kita panggil orang itu sebagai Bintang.
Bintang. Begitu menawan, tapi juga menyimpan banyak rahasia. Begitu indah hingga menggoda gadis itu untuk mengamatinya dan menunggu kehadirannya disetiap malam. Sayang sekali, gadis itu begitu bodoh sehingga ia mengikuti godaan tersebut begitu saja. Ia menunggu bintang bahkan disaat hujan. Hingga ia semakin menyukai hujan. Ia seharusnya menyadari bahwa bintang akan tertutup langit abu-abu. Tapi ia selalu menebak langit abu-abu.
      Mungkin ia tidak punya waktu untuk berpikir terlebih dahulu. Tanpa disadari ia benar-benar tergila-gila pada bintang. Bahkan ia merindukan rintikan hujan. Tanpa disadari ia menjemput mautnya sendiri. Tanpa disadari ia tertelan dalam godaan yang begitu cantik.
      Hingga ia tercekik. Napasnya mulai habis. Ia baru berada di termopause, antara lapisan terakhir atmosfir dan gugusan galaksi. Ia sempat bingung lanjut menangkap bintang atau kembali ke bumi dan cukup menikmatinya melalui teleskop.
      Ia memutuskan kembali ke bumi, tapi, hujan dan langit abu-abu menahannya, menggodanya. Ia tak mampu lagi menikmati bintang dibawah rintikan hujan.
      Pandangannya mulai terbuka.
      Akhirnya ia semakin mengenal semesta.
      Semakin ke atas, ia semakin tahu jika langit diatas sana tidaklah seindah langit yang dilihatnya dari bawah. Bahkan harus menghadapi apolo nimbus.

Regards,
Rana Xoxoxo
:D

*dimalam sunyi penuh malaikat*

Feb 23, 2012

Jangan Lari Angin Lalu



Hai, sudah lama rasanya aku tidak bercerita ria, menyatu dengan blog ini.
Sudah usang rasanya sejak aku masih belum sesibuk saat ini, yup nosatalgia masa-masa yang sudah berlalu, menyenangkan rasanya. Hingga melarutkan aku kedalam detik detik masa kini. Tidak salah kan jika aku ingin berlari, sebentar saja. Hanya ingin mengenang yang sudah-sudah, hanya ingin berkencan dengan blog ini.
Outwitted. Mengalahkan.
Hidup tidak selalu tentang mengalahkan -> mendengar kabar baik -> bersenang-senang.
Kadang kala berita kekalahan itu amat sakit didengar, ataupun hal-hal yang tidak diharapkan, rasanya hanya penyesalan yang bangkit.
Sayupan angin sang malam, menyadarkanku dari lamunan angin lalu.
Aku ingat sekali saat aku menerima kabar buruk itu, sudah setengah tahun lebih. Namun kini aku menyadari, selalu ada alasan dibalik terjadinya sesuatu. Mungkin kabar buruk itu bukanlah hal terbaik yang ingin kita dengar, tetapi itu adalah sesuatu yang terbaik utuk kita yang telah direncanakan Tuhan.



Tak ada gunanya menyesali apa yang telah terjadi. Tak ada gunanya memanggil angin lalu. Keadaan sudah berbeda. Masa lalulah yang membangun diri kita, seiring dengan berjalannya waktu. Ya waktu dapat mengubah segalanya. Mengubah kedewasaan kita, jalan pikiran kita, bahkan hal-hal spesifik disekeliling kita. Mungkin menjadi lebih baik atau malah lebih buruk, semuanya tergantung diri kita. Ingat, jalan ada dibawah kaki kita, bagaimana kita menapaki itu tergantung diri kita.

Kadang kala, ingin sekali rasanya memanggil angin lalu itu. Lalu mengulangnya dari awal, agar bisa memperbaiki situasi. Tetapi kemuadian, aku terbangun, tersadar dan menyesali apa yang telah terjadi. Menyakitkan, memang. Rasanya ingin memutar waktu. Tapi apa daya? Angin lalu tetaplah angin lalu.
Angin lalu selalu menjadi pelajaran, selalu menjadi nilai nilai kehidupan yang bisa membuat kita menjadi pribadi yang lebih dari kemarin.
Kini yang harus kita lakukan adalah bangkit. Lari menjauh dari angin lalu. Lari, tapi tidak melarikan diri. Lari dengan membawa bekal, ilmu, amalan, pelajaran dari angin lalu agar kita bisa menciptakan angin yang jauh lebih baik dari angin lalu.
Larilah angin lalu. Pergi yang jauh. Kumpulkan angin-angil lalu lain yang bisa membimbingku. Dampingilah aku untuk mengukir angin-angin masa depan yang jauh lebih sejuk.


Bersyukur dimanapun kita berada, dan kapanpun itu. Hidup itu indah :) CHEERS

Regards,
RANA :D
xoxoxo